Ada
seseorang yang datang dikala dia merasa sepi bukan untuk menyakiti tapi hanya
untuk memastika bahwa dia tidak benar-benar sendiri. Ada seseorang yang memilih
pergi saat dia rasa sesuatu itu tidak bermutu bukan karena tidak menghargai
hanya saja dia tidak ingin membuang waktu untuk merasa sakit kembali. Itu
karena, semua orang punya porsi sendiri untuk menyakiti.
Ada
seseorang yang telah menunggu diwaktu yang sangat lama berbekal keyakinan
bahwasalnya dia dapat bahagia bersama seseorang yang ditunggunya, dan lagi saat
ini dia meyakinin bahwa yang ditungga tak pernah berniat menghampir dan memilih
untuk tidak memperdulikan dan pergi, dan lagi akhirnya aku memahami semua orang
punya porsi sendiri untuk menyakiti.
Ada
seseorang yang mempunyai janji untuk melewati hari dengan tawa dan pada
akhirnya dia memilih untuk mengingkari bukan karena sebuah alasan yang tepat
tapi hanya karena perasaan malas manghampiri, dan lagi semua orang punya porsi
sendiri untuk menyakiti.
Ada
beberapa orang yang berjanji untuk melindungi menjaga layaknya seorang adik dan
lagi janji tinggallah janji dan aku paham kembali semua orang punya porsi
sendiri untuk menyakiti.
Dan
ada seseorang yang harusnya melindungi layaknya seorang Raja dikerajan yang
akhirnya memilih pergi bukan untuk kembali tapi untuk memberi goresan luka dan
troma yang sangat menyakiti. Lagi dan lagi semua orang punya porisi sendiri
untuk menyakiti
Tanpa
mereka menyadari tindakan mereka semua dapat menyebabkan seseorang kehilang
kepercayaan dalam diri, mungkin saja dia akan merasa jenuh dan tidak akan
pernah percaya akan perasaan bahagia sesunggunya. Saat ini mungkin dia akan
mempercayai bahwasalnya “semua orang punya porsi sendiri untuk menyakiti”.
Lantas
siapa orang yang mempunyai porsi untuk membuatnya bahagia? Dan jawaban adalah
TIDAK ADA karena lagi, semua orang hanya dapat menyakiti tanpa pernah peduli
bahwa sesseorang telah kehilangan kepercayaan diri. Apa yang namanya bahagia?
Bagaimana rasanya bahagia? Dan akhirnya aku mulai menyadari kebahagiaan hanya
sebatas mimpi dia hanya semua mimpi tanpa akan pernah terwujad di dunia nyata
ini. Lagi akhirnya aku mulai menjadi paham bahwa semua orang punya porsi sendiri
untuk menyakiti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar