Jumat, 26 Agustus 2016

SEMUA ORANG PUNYA PORSI SENDIRI UNTUK MENYAKITI




Ada seseorang yang datang dikala dia merasa sepi bukan untuk menyakiti tapi hanya untuk memastika bahwa dia tidak benar-benar sendiri. Ada seseorang yang memilih pergi saat dia rasa sesuatu itu tidak bermutu bukan karena tidak menghargai hanya saja dia tidak ingin membuang waktu untuk merasa sakit kembali. Itu karena, semua orang punya porsi sendiri untuk menyakiti.
Ada seseorang yang telah menunggu diwaktu yang sangat lama berbekal keyakinan bahwasalnya dia dapat bahagia bersama seseorang yang ditunggunya, dan lagi saat ini dia meyakinin bahwa yang ditungga tak pernah berniat menghampir dan memilih untuk tidak memperdulikan dan pergi, dan lagi akhirnya aku memahami semua orang punya porsi sendiri untuk menyakiti.
Ada seseorang yang mempunyai janji untuk melewati hari dengan tawa dan pada akhirnya dia memilih untuk mengingkari bukan karena sebuah alasan yang tepat tapi hanya karena perasaan malas manghampiri, dan lagi semua orang punya porsi sendiri untuk menyakiti.
Ada beberapa orang yang berjanji untuk melindungi menjaga layaknya seorang adik dan lagi janji tinggallah janji dan aku paham kembali semua orang punya porsi sendiri untuk menyakiti.
Dan ada seseorang yang harusnya melindungi layaknya seorang Raja dikerajan yang akhirnya memilih pergi bukan untuk kembali tapi untuk memberi goresan luka dan troma yang sangat menyakiti. Lagi dan lagi semua orang punya porisi sendiri untuk menyakiti
Tanpa mereka menyadari tindakan mereka semua dapat menyebabkan seseorang kehilang kepercayaan dalam diri, mungkin saja dia akan merasa jenuh dan tidak akan pernah percaya akan perasaan bahagia sesunggunya. Saat ini mungkin dia akan mempercayai bahwasalnya “semua orang punya porsi sendiri untuk menyakiti”.
Lantas siapa orang yang mempunyai porsi untuk membuatnya bahagia? Dan jawaban adalah TIDAK ADA karena lagi, semua orang hanya dapat menyakiti tanpa pernah peduli bahwa sesseorang telah kehilangan kepercayaan diri. Apa yang namanya bahagia? Bagaimana rasanya bahagia? Dan akhirnya aku mulai menyadari kebahagiaan hanya sebatas mimpi dia hanya semua mimpi tanpa akan pernah terwujad di dunia nyata ini. Lagi akhirnya aku mulai menjadi paham bahwa semua orang punya porsi sendiri untuk menyakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar