Bagimana jika kita buat semua itu menjadi seimbang, seperti 1:1 misalnya. Walau makna adil yang sebenarnya adalah tidak harus sama rata, tapi dalam beberapa hal kita harus membuatnya sama rata agar tidak terus menyakiti. Sepertihalnya, jika anda cukup pintar untuk tidak peduli, saya akan berusaha untuk cukup pintar mengerti arti melepaskan.
Dulu saat perbandingannya 2:1 saya tidak peduli, yang saya lakukan adalah terus mencari tahu sampai akhirnya perbandingan itu berbeda jauh. Namun apa yang terjadi? saat waktu membuat tiba-tiba retak, begitu banyak potongan-potongan kecil milik saya yang bahkan saya tidak punya cara lagi untuk di perbaiki seperti semula. Sedangkan anda? anda hanya punya 1 dan yang terjadi?, anda tidak akan membuat 1 itu retak begitu saja, jadi ini tidak adil bukan?. Saat saya merasa semuanya tidak-baik baik saja, anda malah merasa semuanya baik-baik saja. Karena itulah saat ini saya akan membuatnya menjadi seimbang.
Baiklah, dimulai untuk belajar menerima, bukan melupakan. Saya memahami yang terjadi selama ini saya hanya berusaha melupakan, nyatanya semakin dilupakan akan semakin di inget. Penerimaan adalah salah satu cara untuk keluar dari zona tersebut. Saya menerima, untuk anda yang tidak pernah menengok ke arah saya, saya menerima untuk sesuatu yang bukan diperuntukan untuk saya, saya menerima atas ketidak pedulian anda, dan karena hal tersebut saya akan berusaha untuk mengerti arti melepaskan.
Ibaratnya ketika itu, saat saya berusaha lari kearah anda, lalu saya dibuat jatuh atas ulah anda, apa saya berhenti berlari pada saat itu? tidak. Saya bangkit, lalu berlari lagi ke arah anda, lagi dan lagi karena ulah anda saya terjatuh lagi. Seterusnya seperti itu selama ini, sampai saatnya saya sadar bahwa begitu banyak luka-luka karena anda, diberi obatpun rasanya tetap meninggalkan bekas. Apa anda peduli? TIDAK! anda selalu baik-baik saja sementara saya tidak selalu dalam keadaan baik. Seketika saya berpikir......itu tidak adil untuk saya.
Saya sudah ada dititik lelah saya. Saya telah berada ditahap ketidakmampuan saya untuk berlari kearah anda karena luka yang anda beri juga membuat saya sulit berlari kerana rasa sakit yang hanya saya sendiri yang merasakannya. Lagi... anda tidak akan pernah peduli akan rasa sakit saya bukan? sekedar menengokpun anda takpernah mau, jika itu saya. Karena ulah andalah, saya akhirnya perpikir untuk belajar menerima hingga akhirnya saya mengikhlaskan sesuatu yang bukan ditakdirkan untuk saya.
Jadi biarlah, untuk membuat segala yang bersangkutan tentang anda menjadi sesuatu yang berimbang 1:1.
Anda yang tidak peduli : Saya yang berusaha melepaskan anda
Anda yang baik-baik saja : Saya yang berusaha akan lebih baik tanpa anda
Anda pergi menjauh : Saya yang mengerti caranya untuk keluar dari jalur anda dan berlari untuk masa depan saya yang bukan tentang anda
Seperti inilah seharusnya, apa yang saya rasakan nantinya.... itu bukan lagi selalu tentang anda.
Anda akan menjadi sesuatu yang disebut kenangan dan pembelajaran yang tidak akan pernah berjalan seiringan seperti khayalan saya. Suatu saat nanti, izinkan saya tersenyum ketika melihat anda tanpa pernah merasakan ingin memiliki. Jadi biarlah pertemuan yang nanti di takdirnya menjadi sesuatu yang di sebuat "Pengikhlasan" atas kebahagian masing-masing. Anda dengan jalan anda, saya dengan jalan saya dan........ semunya menjadi seimbang 1:1!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar