Jadi......, cerita kali ini bakal beda
banget seperti cerita sebelumnya. Ditulisan kali ini aku bakal coba untuk jadi
orang tua. Lah bukannya emang udah jadi orang tua ya? Iya si..... di sekolah,
aku punya 17 anak yang unik, mereka punya tingkah dan sifat yang pasti berbeda
yang pasti akan asik banget kalau diceritakan. Tapi kali ini aku bakal skip
dulu cerita tentang mereka, di lain waktu aku bakal ceritain gimana serunya
ngajar 17 anak yang buat suasana jadi lebih beda. Baiklah tulisan kali ini
mulai dari hobi aku di masa kecil dan mungkin sampai sekarang si, aku suka
DONGENG. Percaya atau engga sampai sekarang aku masih sering berkhayal kalo ibu
peri itu ada, dan menganggap bahwa semua hewan dan tumbuhan bisa ngomong ketika
semua manusia telah terlelap tidur. Krik kan? Hahaha sudah ku duga aku bukan
orang yang asik untuk diajak lelucon.
Saat aku ingin mencoba menjadi orang
tua lebih tepatnya si sok tua ya hahaha. Back to topic, “Dongeng” siapa si yang
waktu kecil engga suka cerita dongeng, semua pasti suka cerita penuh harapan
dan mimpi, cerita yang buat kita paham bahwa apapun tindakan kita didunia pasti
memiliki balasan yang setimpal sepeti Cerita Kura-Kura dan Kancil, Semut dan
Burung Elang, Gajah dan Semut, Cinderella, Thumbelina, dan cerita dongeng
lainnya. Dari kecil aku si anak aneh ini hobi banget denger dan baca cerita
dongeng. Mulai dari nenekku yang engga pernah absen setiap malam bacain cerita
dongeng yang wow nya adalah karangan dia sendiri dan bermanfaat, karena dongeng
berhasil membuat aku suka mikir saat bertindak, walau mama waktu itu sibuk
kerja, tapi saat libur mama juga memanfaatkan waktu dengan menemani tidur siang
dan malam membacakan aku dongeng dari buku bobo. Dan tumbuhlah aku seperti
sekatang ini. Jadi kali ini akukan beri tahu manfaat dari dongeng berdasarkan
pengalamanku. Berikut manfaat cerita dongeng yang kuketahui:
1. Membangun emosional anak, dengan dibacakan atau membaca
cerita dongeng anak belajar mengekspresikan perasaanya, misalnya mereka akan
merasa sedih kalau alur cerita tersebut terdapat tokoh penuh kemalangan, meraka
akan marah akan kalau alur cerita tersebut terdapat tokoh yang jahat dan tidak baik,
mereka akan merasa senang kalau alur cerita tersebut terdapat tokoh yang
membantu, dan eksperesi lainnya. Yang pada akhirnya membuat anak mengetahui
bagaimana harus bersikap menghadapi alur kehidupan nyatanya.
2.
Mengembangkan imajinasi anak. Aku punya dua adik sepupu
namanya Raisa dan Dafa, mereka berumur 4 dan 3 tahun. Diusia mereka sekarang
aku mulai menjejeli mereka dengan cerita dongeng, walau kebanyakan suka engga
dianggep mereka kerena mungkin teknik cerita ku kurang menarik kali ya hehehe,
tapi aku engga pernah bosan buat terus berusaha agar mereka menyukai cerita
dongeng, dan sekarang kalo mereka main kekamarku mereka akan cari “Buku
dongengnya mana, ceritain aku dongeng” dan saat aku bercerita mereka mulai
diam, diakhir cerita mereka bilang “mama giginya cabut aja biar ada ibu peri
dateng” Nah hal tersebut membuat anak mulai berimajinasi, dan selanjutnya mereka
akan mulai membuat cerita imajinasi mereka sendiri, lalu apa yang aku lakukan? Aku
hanya tersenyum dan terus bertanya, sampai akhir cerita aku memberi nasihat
yang terdapat dari cerita mereka. Jadi, izinkanlah mereka untuk mengembangkan
imajinasinya, dengan hal tersebut maka akan lahir kreativitas dalam diri anak.
3.
Membangun tauladan yang baik. Memberikan cerita dongeng, aku
lakukan bukan hanya dirumah tapi juga di sekolah. Aku suka menceritakan kepada
17 anakku cerita dongeng dadakan ditengah pembelajaran. Saat aku sudah mulai
bilang “Ibu mau cerita” mereka langsung semangat dan bilang “cerita bu....
cerita” dan mendadak ruangan sunyi tanpa suara, reaksi anakku benar luar biasa
membuat aku kagum. Aku mulai bercerita, sambil memperhatika wajah mereka,
anak-anakku benar kaya akan eksperesi, meraka akan menunjukan raut wajah tidak
suka jika tokohnya jahat, dan ada yang menunjuk salah satu nama teman mereka
ketika tokoh dalam cerita mirip dengan salah satu anak di kelas, banyak
eksperesi yang tergambar jelas, hingga diakhir cerita aku beri pesan tentang
taulada baik dalam cerita yang ku berikan. Lalu mendadak kelas penuh dengan
pendapat, ada yang memberi tahu temannya dan menasehati jangan sperti itu nanti
akan begini, ada yang bilang itu aku banget, dan banyak lainnya. Ketika ada
anak yang tiba-tiba melakukan tindakan buruk ada salah satu temannya yang
bilang “biarin aja nanti kaya yang diceritain Bu Ririn loh”, hal itu membuat
aku tersenyum senang, jadi dari cerita dongeng mereka mengetahui sikap yang
baik untuk dilakukan dan sikap yang tidak baik untuk dilakukan, walalu belum smua
anak bisa memahami makna cerita tapi anak beberapa anak yang mengerti dan
memberitahu yang lainnya.
4. Mengembangkan kemampuan berbahasa. Dari pengalaman yang
aku punya, adik sepupuku bernama Raisa, dia suka cerita dongeng. Saat aku
bacakan cerita, Raisa mulai memanfaatkan kata-kata baru dalam cerita, hal
tersebut akhirnya membuat Raisa menerapkan dengan mulai banyak mengunakan kata
baku, misalahnya “Disuatu hari, tidak seharusnya, tidak baik” dan banyak kata
lainnya. Hal tersebut dipahami bahwa cerita dongeng bermanfaat sebagai
menambahan kata atau bahasa untuk anak. Aku pernah membaca sebuah artikel
Presiden pertama Indonesia Soekarno, waktu kecil sering dibacakan cerita dongeng
oleh sang ibu, dan apa yang terjadi kedepannya Bapak Soekarno membuat semua
orang diam dan kagum saat berbicara karena kepandaiannya dalam berbahasa. Wow,
dongeng sangat berpengaruh dalam
berbahasakan?
Banyak manfaat lainnya, yang kalo aku
tulis pasti seperti menulis skripsi. Bicara skripsi aku sedikit menyesal,
banyak temanku yang mengira bahwa aku akan mengambil pembahasan tentang dongeng,
kenapa aku tidak mengembangkan dongeng? Karena saat itu aku tidak menajdi
diriku sendiri. Tapi sudahlah, setidaknya kali ini aku sedikit berbagai manfaat
dari sesuatu yang aku sukai. Untuk orang tua yang mungkin baca blogku ini, jadi
mulailah luangkan waktu untuk berbagai cerita dongeng dengan anak dan hal
tersebut juga akan membangun kedekatan orang tua dan anak. Dari dongeng anak
akan mulai merasa semakin deket dan lebih terbuka dengan orang tuanya, suasana
mendongeng yang dibuat sedemikan baik membuat anak akan lebih mudah menyerap
apa yang diceritakan. So tidak ada salahnyakan untuk meluangkan waktu berbagi
cerita kepada anak kalian.
Kalau habis baca ceritaku, kalian
bilang “sok tau nih”. Aku jelaskan memang aku bukan ahli dongeng dan aku belum
memiliki anak yang keluar dari rahimku, aku hanya gadis usia 23 tahun yang
dianggap sok tau, but aku engga bermaksud untuk sok tau aku hanya ingin berbagi
dari pengalaman yang aku peroleh dan mudah-mudahan bermanfaat untuk kalian. Jadi
tidak ada salahnya mulai untuk memanfaatkan waktu dengan mendongeng bersama
anak. Teori memang lebih gambang dari praktek tapi tidak ada salahnya untuk
mencoba dan terus berusaha, wahai para orang tua seperti kutipan Albert
Einstein “if you want your children to be
intelligent, read them fairy tales”, jadi selamat mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar