Jumat, 07 Desember 2012

Kamu


Dua kakiku berjalan satu demi satu tangga rapuh dilorong hidupku
Meyakini bahwa aku tak akan terjatuh
Meyakini bahwa aku akan sampai pada titik kebahagianku
Namun
Waktu berkata lain dengan keyakinanku
Rapuhnya tangga dilorong hidupku
Membuat Aku terjatuh, terkilir bahkan terluka
Aku tak lagi dapat berjalan
Berdiripun rasaanya aku tak mampu
Dan yang aku ketahui
Aku menjadi sosok yang sangat rapuh
Tiba-tiba
Uluran tangan dan Senyum mu datang menghampiriku
Berusah membantuku berdiri
Dan mengajari aku berjalan kembali
Sosokmu yang begitu ramah menyejukkan jiwa
Sosokmu yang begitu tulus meyakinkan hati
Sosokmu pemberi senyum penambal luka dihidupku
Aku tersenyum karena senyummu
Aku tertawa karena candamu
Dan
Aku bahagia karena Kamu
Kamu
Mengajarkanku arti senyuman
 Mengajarkanku arti canda
Mangajarkanku arti kebahagian
Semua tentangmu menjadikan aku sosok yang kuat
Tak ada lagi tangis maupun luka
Tak ada lagi kerapuhan maupun rasa sakit
 Terima Tuhan
Menitipkan Dia yang menjadi pengobat lukaku
Menitipkan Dia yang menjadi pemberi warna di hidupku
Ketahuilah
Saat ini Kamu adalah alasan aku untuk tersenyum dan tertawa
Dan 
Ketahuilah
Kamu adalah alasanku untuk merasakan Bahagia dalam dunia nyata
Karena itu
Aku memilihmu untuk menjadi bagian di Hidupku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar